Latar belakang
didirikannya PPS Betako Merpati Putih adalah hasil pengamatan Sang Guru, Saring
Hadi Poernomo pada awal tahun 1960-an yang prihatin terhadap perkembangan
kehidupan generasi muda yang terkotak-kotak membentuk kelompok-kelompok yang
mencerminkan rapuhnya persatuan dan kesatuan bangsa.
Negara Kesatuan
Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 adalah milik bangsa
Indonesia, oleh karena itu setiap warga negara Indonesia mempunyai tanggung
jawab, hak, dan kewajiban yang sama dalam melestarikan kehidupan bangsa dan
mencapai tujuan negara. Seni budaya Indonesia yang mencerminkan nilai-nilai
luhur bangsa merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dibina dan
dikembangkan guna memperkuat penghayatan dan pengamalan Pancasila, kepribadian
bangsa, mempertebal harga diri dan kebanggaan nasional serta memperkokoh jiwa
persatuan.
Atas dasar hal
tersebut tergerak hati nurani beliau untuk berbuat sesuatu demi kecintaannya
pada nusa, bangsa, dan negara. Sumbangsih beliau hanya didasari keyakinan bahwa
"sikap dan perbuatan sekecil apapun, apabila dilandasi oleh itikad baik
pasti akan ada hasilnya". Keyakinan tersebut hingga kini menjadi semboyan
perguruan yaitu: SUMBANGSIHKU TAK SEBERAPA NAMUN KEIKHLASANKU NYATA.
Kemudian Sang guru memberikan amanat sebagai
berikut :
"Saat
ini aku merasa ada harapan mampu mewariskan ilmu-ilmu yang kumiliki ini
kepadamu. Akan tetapi bukan berarti sampai disini saja tujuannya. Dan mulai
saat ini pula kita harus memberanikan dari mengamalkan ilmu tersebut demi
kepentingan masyarakat banyak.
Artinya, ilmu ini tidak hanya diturunkan
kepada keluarga saja, melainkan dikembangkan juga untuk kepentingan masyarakat.
kembangkanlah untuk kepentingan Nasional. Amalkan untuk kepentingan Nusa,
Bangsa dan Negara Republik Indonesia.
Sebab dengan cara kita berusaha mengembangkan
budaya bangsa, sama artinya kita mempertahankan identitas bangsa. Karena budaya
adalah salah satu unsur perwujudan kepribadian bangsa.
Pencak silat sebagai
salah satu olah raga bela diri besar manfaat dan faedahnya dalam pembentukan
diri dan pribadi. "Diri melihat bentuk fisik, yang artinya kondisi fisik
sehat, sedang pribadi, dilihat dari segi penampilan, sikap budi, yang lebih
cenderung disebut : sikap mental dan moral"
Empat
sikap watak dan prilaku yang menjadi banyak orang belajar pencak silat :
